KATA GANTI ORANG DALAM BAHASA SUNDA HALUS, LOMA, DAN KASAR - Kmpublisher.my.id

KATA GANTI ORANG DALAM BAHASA SUNDA HALUS, LOMA, DAN KASAR

KATA GANTI ORANG DALAM BAHASA SUNDA HALUS, LOMA, DAN KASAR


Bahasa Sunda, sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia, memiliki variasi kata ganti orang yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dalam Bahasa Sunda, terdapat perbedaan tingkatan kata ganti orang yang menunjukkan sopan santun dan hubungan sosial antara pembicara.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kata ganti orang dalam Bahasa Sunda halus, loma, dan kasar.

Berikut ini adalah beberapa contoh kata ganti orang dalam Bahasa Sunda halus, loma, dan kasar yuk kita simak!

1. Kata Ganti Orang Pertama (Saya, Aku)


a. Bahasa Sunda Halus

- Abi: Digunakan untuk merujuk diri sendiri secara sopan. Contoh: Abi Husni Cahya Gumilar.

- Abdi: Kata ganti yang menunjukkan sikap rendah hati. Contoh: Abdi Husni Cahya Gumilar.

- Pribados: Merupakan kata ganti yang menekankan identitas individu. Contoh: Pribados Husni Cahya Gumilar.

- Sim Kuring: Kata ganti yang mengacu pada diri sendiri dengan penuh kerendahan hati. Contoh: Sim Kuring Husni Cahya Gumilar.


b. Bahasa Sunda Loma

- Urang: Kata ganti yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Contoh: Ngaran urang Husni Cahya Gumilar.

- Kami: Digunakan untuk merujuk pada diri sendiri dan orang lain. Contoh: Kami teu sudi abrig-abrigan kudu dicandung.

- Kaula: Merupakan kata ganti yang menunjukkan sikap rendah hati dalam berbicara. Contoh: Kaula geus lila teu dahar belut.


c. Bahasa Sunda Kasar

- Aing: Merupakan kata ganti yang digunakan dalam bahasa Sunda kasar untuk merujuk pada diri sendiri. Contoh: Ngaran aing Husni Cahya Gumilar.

- Déwék: Kata ganti yang menunjukkan penggunaan bahasa Sunda kasar untuk merujuk pada diri sendiri. Contoh: Ngaran dewek Husni Cahya Gumilar.


2. Kata Ganti Orang Kedua (Engkau, Kamu)


a. Bahasa Sunda Halus

- Anjeun: Merupakan kata ganti yang digunakan untuk merujuk pada orang kedua secara sopan. Contoh: Kumaha kabar anjeun?


b. Bahasa Sunda Loma

- Manéh: Kata ganti yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada orang kedua. Contoh: Manéh geus dilebetkeun?


c. Bahasa Sunda Kasar

- Énte: Merupakan kata ganti dalam bahasa Sunda kasar yang digunakan untuk merujuk pada orang kedua. Contoh: Kumaha kabar énte?


3. Kata Ganti Orang Ketiga (Dia)


a. Bahasa Sunda Halus

- Anjeuna: Kata ganti yang digunakan dalam Bahasa Sunda halus untuk merujuk pada orang ketiga. Contoh: Anjeuna gaduh bakat anu luar biasa.


b. Bahasa Sunda Loma

- Panjenengan: Kata ganti yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada orang ketiga secara sopan. Contoh: Panjenengan teh geus datang?

- Anjeuna: Kata ganti yang juga digunakan dalam Bahasa Sunda loma untuk merujuk pada orang ketiga. Contoh: Anjeuna teh geus datang?

- Sangkan: Merupakan kata ganti yang menunjukkan hubungan sosial yang akrab. Contoh: Sangkan teh geus datang.

Dalam Bahasa Sunda loma, kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga tetap digunakan dengan beberapa variasi dalam tingkat kesopanan dan hubungan sosial. Penggunaan kata ganti orang tersebut memberikan nuansa yang tepat dalam berkomunikasi dalam konteks yang sesuai.

Demikianlah penjelasan mengenai kata ganti orang dalam Bahasa Sunda halus, loma, dan kasar. Dengan memahami perbedaan tingkatan kata ganti orang, kita dapat menggunakan bahasa dengan tepat sesuai dengan situasi dan budaya yang ada.